Faktor
gizi dan pola hidup yang sehat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
kemampuan kognitif seseorang, menurunnya kemampuan ini ditandai dengan terlalu
sering lupa yang merupakan gejala awal kepikunan.
Kepikunan
sendiri digolongkan dalam tiga stadium, yaitu stadium I: amnesia (lupa),
stadium II: confuse (kacau); dan stadium III berupa demensia atau pikun.
Penderita
kepikunan pada stadium pertama umumnya mengalami perubahan emosi, seperti
malas, kurang bergairah, murung, cemas, dan lesu. Pada stadium dua, pendertita
akan mengalami penurunan daya ingat, kurang berinisiatif, bahasanya
berulang-ulang, tidak mengenal anggota keluarga dan sering mengalami
disorientasi ruangan. Sedangkan pada stadium III, penderita akan mengalami
gagal bahasa, tidak mengerti ucapannya sendiri maupun orang lain, kemampuan
bicara yang berkurang, serta adanya gangguan motorik.
Berikut
ini makanan yang bisa anda konsumsi
untuk mencegah kepikunan:
1. Pisang
Kandungan vitamin B6 yang dapat memenuhi
sebanyak 30% dari total kebutuhan vitamin B6. Pisang yang sifatnya padat gizi
dan mampu memenuhi kebutuhan vitamin B6 dan folat dalam jumlah yang cukup
signifikan, dan juga sangat cocok untuk mencegah demensia sejak dini.
Untuk melakukan aktivitas otak
memerlukan energy berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk
dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya
ingat. Dengan mengkonsumsi dua buah
pisang setiap hari ukuran sedang serta minum susu, akan memabtu mencegah
kepikunan sedari dini.
2. Vitamin
B12
Berikut ini berbagai sumber makanan kaya
vitamin B12:
|
Makanan
|
Kandungan
Vit B12 (µg)
|
|
Kerang-kerangan
|
98.9
|
|
Hati
|
85.7
|
|
Kaviar
(telur ikan)
|
54.6
|
|
Cumi-cumi
|
36
|
|
Ikan
laut dalam
|
19
|
|
kepiting
|
11.5
|
|
Daging
sapi
|
6.18
|
|
Lobster
|
4.04
|
|
Daging
kambing
|
3.71
|
|
Telur
bebek
|
3.78
|
|
Keju
|
3.34
|
|
Telur
ayam
|
1.95
|
3. Teh
Teh hijau dapat
membantu mengurangi resiko kemunduran fungsi berpikir. Penelitian dilakukan
oleh American Journal of Clinical Nutrition pada febuari 2006 terhadap 1.003
warga senior di jepang yang berumur 70 tahun, ditemukan fakta bahwa meminum teh
hijau dua cangkir setiap harinya terbukti mengalami lebih sedikit kemunduran
berpikir dari pada mereka yang sedikit mengonsumi teh hijau.
Teh hijau maupun teh hitam mampu
menghambat aktivitas enzim asetilkolin esterase (Ache) yang dapat merusakkan
senyawa kimia pembawa pesan atau neurotransmitter asetil kolin. Salah satu ciri
kepikunan dikarenakan menurunnya kadar asetilkolin. Selain itu teh juga mampu
menghambat sekretase yang memiliki peranan di otak yang berkaitan dengan Alzheimer.
Selain
itu zat polifenol yang terkadung dalam teh hijau, khususnya epigalokatekin
alias AGCG dapat melindungi saraf dan membantu memperbaiki penyakit akibat
kemunduruan saraf, seperti Alzheimer dan parkinson.
4. Kacang-kacangan
Mineral boron yang ada
pada kacang-kacangan dipercaya mampu memperlambat terjadi kepikunan. Boron merupakan
mineral yang mampu memilihara kesehatan membran sel agar mampu tetap berfungsi
normal menjalankan fungsinya sebagai lokasi tempat transfer zat gizi darah ke
seluruh sel tubuh. Boron juga berfungsi menjaga kesehatan fungsi otak dengan
cara menjaga kesehatan membran sel. Setidaknya otak kita membutuhkan 3 mg
mineral boron per hari untuk menjaga agar otak dapat berkerja dengan baik.
Berikut makanan-makanan kaya boron:
|
Nama
Makanan
|
Boron
(mg/100g)
|
|
Kismis
|
4.51
|
|
Almond
|
2.82
|
|
Kacang
hazel
|
2.77
|
|
Apricot
(kering)
|
2.11
|
|
Avokad
|
2.06
|
|
Selai
kacang
|
1.92
|
|
Kacang
brasil
|
1.72
|
|
Kacang
mede
|
1.15
|
|
Walnut
|
1.63
|
|
Kurma
|
1.08
|
|
Kacang
merah
|
1.4
|
|
Kacang
lentil
|
0.74
|
|
Buah
persik
|
0.52
|
|
Madu
|
0.5
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar