Jumat, 06 Februari 2015

5 Makanan Anti Diabetes




Buang air kecil berlebihan dan rasa haus yang luar biasa, adanya glukosa dalam urine, penurunan berat badan secara berlebih dengan disertai muntah, mudah lelah, lemah dan juga sangat sensitive, makan berlebihan terutama yang manis-manis, rasa sakit pada kaki dan jari tangan, serta kadar gula darah yang tinggi merupakan di antara tanda-tanda anda menderita diabetes.  Hal  yang paling utama untuk mencegah diabetes secara dini adalah dengan diet yang baik dan olah raga yang cukup serta menerapkan gaya hidup yang sehat, termasuk menjaga pola makan anda. Berikut ini, 5 jenis makanan yang bisa anda konsumsi untuk mencegah maupun mengobati diabertes:

1.       Bawang Merah
Bawang merah sudah lama dijadikan sebagai makanan favorit untuk mengendalikan gula darah. Para peneliti India melakukan pemberian bawang merah utuh sebesar 25-200 g pada subjek yang ditelitinya, bahwa semakin banyak bawang merah yang dikonsumsi, maka semakin besar kadar gula darah yang berkurang. Baik itu dikonsumsi secara mentah maupun direbus.
Menerut peneltian, bawang merah memperngaruhi metabolisme gula dalam hati atau metabolisme insulin, serta mencegah perusakan insulin. Kandungan alil propel disulfide dan alisin pada bawang merah diduga mempunyai kemampuan untuk menurunkan kadar gula darah.
Meskipun sudah sejak 1923 para ilmuwan telah mendeteksi adanya zat penurun gula  darah dalam bawang merah, tetapi baru pada 1960-an para peneliti baru berhasil mengisolasi senyawa antidiabetes yang ada pada bawang merah.


2.       Pare
Cara untuk mengolah pare sebagai anti diabetes yaitu dengan dibuat jus, ambil satu buah pare segar yang sudah dijus, lalu saring. Air saringan kemudian dipanasakan dengan api kecil 15-30 menit,  jangan sampai mendidih. Kemudian air diminum setelah dingin, sebaiknya lakukan setiap hari.
Pare diduga memiliki kompenen yang menyerupai sulfonylurea. Obat jenis ini menstimulasi sel beta kalenjar pancreas untuk memproduksi insulin lebih banyak dan meningkatkan deposit cadangan glikogen di hati.
Pare memiliki lebih dari satu mekanisme bahwa dosis efektif penurunan gula darah pare pada kelinci sehat sebesar 0.5 gram/kg berat badang dan 1-1,5 gram/kg berat badan untuk kelinci yang sengaj dibuat mengalami kencing manis.


3.       Kacang Merah
Indeks glisemik yang rendah pada kacang merah juga kandungan karohidrat dan serta yang tinggi membuat kacang merah ini data membantu penderita diabetes untuk mendapatkan manfaat kacang merah dan menurunkan resiko diabetes yang dialami penderitanya.
Indeks Glisemik (IG) pada kacang merah yaitu 22-33. IG sendiri adalah indeks untuk mengukur efek makanan terhadap konsentrasi gula darah. IG merupakan suatu peringkat dari 0 sampai 100 yang menghitung kenaikan gula darah setelah makan seporsi makanan yang menyumbang karbohidrat sebahanyak 50 g.
Kacang merah yang dicerna secara lambat membuat kadar gula darah meningkat secara berlahan. Hal ini membuat insulin tidak kaget dan dalam mencerna kacang merah tersebut hanya perlu insulin yang lebih sedikit.


4.       Kayu Manis
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu manis dapat membantu melawan diabetes dengan meningkatkan kepekaan insulin. Penelitian dilakukan kepada 60 orang penderita diabetes tipe 2 dengan kadar lemak pada ambang batas yang tinggi. Kelompok tersebut diberikan 1-6 gram kayu manis untuk dikonsumsi. Hasil yang didapatkan adalah kadar gula mereka yang mengonsumsi kayu manis turun 23%.
 Polimer polifenol larut air pada kayu manis yang terkandung dalam kayu manis meningkat sensitivitas fungsi reseptor insulin dan pengembalian glukosa dari darah.


5.       Buncis
Kandungan stigmasterol dan sitosterol yang terkandung dalam buncis mampu meningkatkan produksi insulin. Ini dibuktikan oleh Yayuk Andayani dalam disertasinya di IPB pada 2003.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar