Kamis, 12 Februari 2015

Pola Makan Menurut Golongan Darah




Peter D’Adamo,N.D dan ayahnya James D’Adamo, N. D yang menemukan pola makan berdasarkan golongan darah ini, mereka melakukan penelitian selama hampir 40 tahun.

Prinsip pola makan berdasarkan golongan darah ini didasarkan pada teori bahwa orang dengan golongan darah yang berbeda akan merespon makanan-makanan tertentu secara berbeda pula. Konsep ini didasarkan pada sejarah evolusi dan observasi kondisi lingkungan dan pola makan nenek moyang kita.
 
Rentang waktu antara 50.000-25.000 SM, semua orang memiliki golongan darah yang sama yaitu O, dimana pada zaman itu bertahan hidup dengan berburu dan makan daging. Sedangkan golongan darah A pada zamannya pola hidup mereka lebih agraris, kemudian golongan darah B dikarenakan perubahan iklim di pegunungan Himalaya, dan campuran darah A dan B pada masyarakat modern telah menghasilkan golongan darah AB. Berikut ini makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan berdasarkan golongan darah:
 
1.      Golongan darah O
            Makanan yang dianjurkan:
Daging rendah lemak seperti daging sapi, kambing, kalkun, ayam, ikan laut dan semua sayuran dan buah-buahan.

Makanan yang tidak dianjurkan:
Telur, susu, dan produk olahannya, seperti roti, pasta dari gandum, serta sayuran dari famili kol dan jagung.

2.      Golongan darah A
            Makanan yang dianjurkan:
Sayuran mentah atau rebus, miju-miju, kedelai dan produk turunannya seperti tempe dan tahu, serta buah beri dan plum. Konsumsi unggas dan produk-produk susu fermentasi dalam jumlah terbatas masih diperbolehkan.

Makanan yang tidak dianjurkan:
Semua daging, produk-produk susu berlemak, lada, tomat, jeruk, dan buah-buahan tropis.

3.      Golongan darah B
            Makanan yang dianjurkan:
Ikan laut, daging kambing, produk-produk olahan susu, oat, padi-padian, sayuran hijau, dan semua buah. Daging sapi, gandum, tomat, dan jagung boleh dikonsumi dalam jumlah yang terbatas.

Makanan yang tidak dianjurkan:
Ayam, daging babi, dan kerang.

4.      Golongan darah AB
           Makanan yang dianjurkan:
Daging kambing, kalkun, produk-produk susu fermentasi, seperti yoghurt dan krim, telur, nasi, tahu, buah plum, serta buah ceri.
Makanan yang tidak dianjurkan:
Daging asap atau yang diawetkan. Konsumsi daging sapi, gandum, jagung, buah-buahan tropis, jeruk dan pisang harus dibatasi. 
 
Hal yang positif dari pola makan menurut golongan darah ini yaitu konsep ini secara implisit menganjurkan kita untuk mengikuti pola makan yang telah diturunkan nenek moyang kita selama berabad-abad. So, golongan darah apa anda?

                                                                      



8 Tips Agar Masakan Sayur Anda Tidak Kehilangan Gizi






Sayur merupakan sumber pangan yang sangat baik untuk tubuh kita, kandungan vitamin, serat dan gizi sangat berguna untuk kesehatan, namun apa jadinya kalau sayuran yang kita masak ternyata kehilangan gizi yang begitu besar dikarenakan cara memasak kita yang salah, berikut ini 8 tips yang bisa anda lakukan agar memaksimalkan gizi dalam sayuran yang anda masak:

1.      Pengupasan (wortel dan kentang) sebaiknya dilakukan seminimal mungkin agar tidak terlalu banyak menghilangkan gizi yang justru terdapat pada kulit.

2.   Pencucian sebaiknya dilakukan sebelum sayuran dipotong-potong agar tidak banyak zat gizi yang ikut larut saat mencuci.


3.  Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan ukuran agak besar, makin kecil ukurannya maka makin banyak vitamin dan mineral yang terlarut saat mencuci.

4.  Pemasakan dilakukan dengan sedikit mungkin air. Jika sayuran berkuah, usahakan memakan atau meminum kuahnya.


5.  Memasukkan sayuran ke dalam panci sebaiknya dilakukan jika air telah mendidih untuk memperpendek waktu  kontak dengan panas. Pemanasan dengan cara dikukus lebih sedikit kehilangan zat gizi dibandingkan dengan direbus.

6.      Biarkan panci terbuka saat perebusan, ini bertujuan agar asam-asam menguap sehingga sayuran tetap berwarna hijau, tidak kecoklatan.


7.   Pada pembuatan sayur bersantan, gunakan air perebus sedikit mungkin, setelah sayuran lunak barulah santan dimasukkan.

8.  Pada penumisan gunakan minyak nabati sebagai media untuk menggoreng. Masukkan sayuran ke wajan yang telah panas dan tutup sebentar, setelah keluar uap, wajan dibuka agar warna sayuran tidak berubah. Penumisan sangat baik dilakukan untuk melarutkan vitamin A, D, E dan K pada sayuran sehingga mudah diserap oleh tubuh.

Rabu, 11 Februari 2015

Tips Untuk Kepala Berketombe

Kesehatan kulit kepala merupakan hal yang wajib  kita pelihara, dengan merawat kulit kepala maka akan menghindarkan kita dari berbagai macam masalah kulit kepala, salah satunya adalah ketombe. Berikut tips perawatan untuk menghindarkan kita dari ketombe:


1.     Membersihkan kulit kepala dengan sampo yang lembut, ini bertujuan untuk menurunkan kadar minyak sebum pada kulit kepala. Jika ketombe tetap membandel, anda bisa mencoba sampo yang ada di pasaran.

2.   Menjaga kebersihan kulit kepala dengan cara mencuci minimal dua kali seminggu dan lebih baik jika anda melakukannya setiap hari.

3.  Bagi yang berjilbab, saat di rumah usahakan rambut anda terkena udara. Keringat bercampur minyak yang menggumpal di kepala dapat mengakibatkan datangnya jamur malassezia, dan usahakan untuk tidak mengikat rambut ketika sedang berada di rumah.

4.  Beradaptasi dengan stress, akan mengurangi anda terhadap infeksi jamur penyebab ketombe.

5.      Minimalkan penggunaan kosmetik rambut,seperti hair spray, gel dan mouse.

6.    Usahakan rambut anda terkena sinar matahari minimal 15 menit dalam satu hari. Dengan melakukan hal tersebut, kulit kepala akan terkena sinar ultraviolet dan hal tersebut dapat meminimalisir bakteri dan jamur penyebab ketombe.


Salah satu tips memilih sampo anti ketombe yaitu dengan mengetahui bahan yang terkandung di dalam sampo, berikut berbagai bahan yang ada pada sampo anti ketombe yang harus anda ketahui:

a.       Ketokonazole
Kandungan ini berfungsi untuk menyingkirkan jamur di kepala dan menghentikan pengelupasan kulit kepala, jika anda memilih sampo yang tidak mengandung ketokonazole maka kemungkinan besar ketombe anda akan semakin parah.

b.      Zinc pyrithione
Senyawa ini merupakan senyawa yang dapat menurunkan perkembangbiakkan jamur di kulit kepala.

c.       Salicylic acid
Senyawa ini bermanfaat untuk menurunka kadar minya sebum di kulit kepala. Meski pun ampuh menurunkan kadar minyak sebum, senyawa ini cenderung mengeringkan kulit kepala. Karena itu, untuk membuat kulit kepala anda lembab, sebaiknya anda menggunakan kondisioner setelah menggunakan sampo yang mengandung senyawa ini.

d.      Selenium sulfide
Senyawa ini langsung menekan perkembangan jamur malassezia yang menjadi penyebab utama ketombe.

e.       Ketoconazole
Senyawa ini merupakan materi anti jamur yang paling baru ditemukan. Senyawa ini sangat ampuh dalam membunuh berbagai jamur perusak.